Rabu, 17 Juni 2015

Cerita Seru,Hot dan Ganas: Bener-bener aneh ni cerita tapi mengharukan loh, percaya? ya..jangan baca kalo gak percaya. Serius dah jangan baca !! tapi kalo mau tau cerita yang aneh tapi bikin loe terharu..ya baca tp kalo gak juga gak papa :)

                                    Kisah ini dimulai ketika dia sedang duduk termenung disebuah kursi taman. Aku melihatnya begitu murung, wajahnya lesu dan sangat pucat pasi.Di sekitaran taman hanya ada aku dan dia, hanya ada beberapa lampu taman yang menerangi. Jarak kami hanya sepuluh meter dari tempatku berdiri, Eh? Ia menoleh..ia mulai mengangkat kepalanya. Rambutnya yang lurus langsung tersibak diaantara wajah putihnya itu. Matanya menerawang melihatku dengan tatapan seakan ingin meminta bantuanku, namun bibirnya yang kering itu terasa berat untuk memanggilku. Aku yang tak tega, beranjak mengampirinya. Ya ampun...kulihat ia begitu lusuh, pakaiannya yang kucel dan celana pendeknya yang kulihat seperti sudah berbulan-bulan tak dicuci. Kepalanya kembali menunduk, rambutnya kini terurai menutupi hampir sebagaian wajahnya. Yang terlihat hanya bibirnya yang kering itu, bibir pucat keputihan. Kenapa dia? apa dia sakit? apa dia tidak kedinginan? dengan hanya memakai baju tipis berwarna putih hingga memperlihatkan samar-samar bagaian dalam tubuhnya. "Hey! kamu baik-baik saja? kenapa kamu berada disini sendirian?" Aneh, dia dia tiba-tiba menangis, "hik.hik" air matanya mengalir hingga menetes kepahanya yang putih pucat itu. "kamu kenapa? kenapa menangis? mari saya antarkan pulang". 
                         Aku rangkul tubuhnya berdiri, kupapah dia agar bisa berjalan. Perlahan aku membantu langkahnya, kenapa? kenapa? matanya terus hanya menerawang kedepan. Matanya terus saja mengeluarkan air mata, entah apa yang dia bayangkan. ia terus menangis hingga matanya itu terlihat sedikit bengkak. "MAAAF...!!" Ia tiba-tiba berteriak, aku sontak kaget dan membuatnya terjatuh. "Maafkan aku" tangannya terus menarik-narik celana panjangku. Ia merengek seperti anak kecil tapi sesaat kemudian ia seperti ketakutan dan memeluk kaki kananku dengan erat. "Kamu kenapa?!" Dia terus memeluk kakiku begitu erat. "Hey! ada apa? apa yang terjadi??". Dia begitu terlihat ketakutan, tubuhnya menggigil dan matanya terpejam dikakiku."MAAF!!..Maafkan aku" Ia kembali berucap, seakan-akan ada seseorang yang tak bisa kulihat menerornya. Orang ini aneh, begitu aneh..apa yang telah terjadi padanya?.Kenapa ia harus begitu takutnya? memang suasana disini sedikit remang, dan hanya ada kami berdua ditaman ini."Tolong..tolong saya" tiba-tiba ia melihatku dan meminta tolong. "Iya, aku akan bantu kamu, apa yang terjadi?". Kekuatan tatapannya itu begitu pedih terlihat.Aku pun membangunkannya, ku papah ia lagi dan kududukan dikursi taman didekat kami.Aku jongkok didepannya, aku pegang kedua tangan dinginnya itu diatas pahanya. "Kamu kenapa? apa yang terjadi denganmu?". Ia menatapku dengan mata sayunya, bibirnya yang kering mulai bergerak mengucapkan kata. "Aku....aku..". Belum selesai ia berkata, terdengar suara langkah kaki yang berlari, dan muncul seseorang dari kegelapan langsung menghampiri kami.PLAK...!! Seseorang yang datang tersebut langsung menampar orang aneh yang hendak ku tolong tadi. Namun setelah ia menampar orang aneh tersebut, tiba-tiba langsung dipeluknya dengan erat.
                           Keduanya menagis, pelukan dari seorang wanita keseorang pria yang begitu hangatnya. Seorang wanita yang telah menampar pria itu kini begitu bahagia memeluk pria aneh itu.Aku lihat penapilan wanita itu sangat kucel, sama seperti pria aneh tersebut.Tubuh wanita itu kurus, Kulit-kulit sawomatangnya pun mulai berubah kehitaman, benar-benar kurus dan kusam kulihat wajahnya.Matanya berhiaskan berkatung-katung mata.Sangat terlihat betapa wanita itu kurang tidur, bibirnya pun kering dan rambutnya..hem mungkin sudah seminggu tak dikeramasnya. " Ayo Pulang.." Wanita itu menarik lengan si pria aneh dan berkata padaku sebelum pergi. "Terima kasih yang dik, sudah mau jagain anak saya. Dia memang agak keterbelakangan mental, anak ibu ini sudah hilang sejak sebulan dik. Ibu udah cari ia kemana-mana, minta bantuan sana-sini. Ibu sampai tak enak makan dan tak enak tidur dik. Sedih hati ibu ini ketika ia hilang.Kami ini orang gak mampu, hidup pun hanya berdua.." Ibu ini meneteskan air mata sambil memeluk anaknya, Mereka lalu pergi hilang didalam kegelapan.Aku terisak didalam batin, Ya Tuhan begitu besarnya Kasih seorang ibu kepada anaknya.Candra Sanchez: Bener-bener aneh ni cerita tapi mengharukan loh, p...:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar